Senin, 24 Juni 2019

15 Tips Buat Para Cewek yang Mau Mendaki Gunung

1. Minimal Seminggu Sebelum Berangkat, Kamu Sudah Harus Mulai Olahraga Ringan

Olahraga sebelum mendaki gunung
Olahraga sebelum mendaki gunung via m.pizzot.com
ADVERTISEMENT
Buat para cewek yang jarang olahraga, alangkah baiknya mulai berolahraga minimal seminggu sebelum naik gunung agar otot ototmu tidak tegang dan shock nantinya. Kamu bisa coba senam pagi, jogging, atau berenang agar nafasmu lebih panjang dan teratur saat di dataran tinggi nanti. Dengan begitu kamu tidak mudah lelah dan kehabisan tenaga saat mendaki. Kamu juga lebih mudah mengatur nafas, jadi kamu tidak terlalu ngos-ngosan saat berjalan jauh.

2.  Jangan Lupa Bawa Tisu Basah dan Tisu Kering. Mereka Bisa Jadi Andalan Buat Bersih-Bersih

Bersihkan dirimu menggunakan tissue basah
Bersihkan dirimu menggunakan tisu basah via www.hknbc.com
Di atas gunung, kita kadang tidak bisa memperkirakan soal ketersediaan air. Untuk itu, kamu perlu membawa tisu basah dan tisu kering demi urusan bersih-bersih badan. Kamu gak mau’kan minyak, keringat dan debu nempel berhari hari di kulit cantikmu? Selain itu, kedua benda ini juga bisa dipakai dalam urusan bersih-bersih perkakas makan.

3. Pakai Pakaian Khusus Mendaki, yang Menyerap Keringat Namun Tetap Mampu Menghalau Suhu Dingin dan Angin

Pakaian mendaki gunung
Pakaian khusus mendaki gunung via blog.llbean.com
Biasanya, pada saat awal perjalanan, kita akan merasakan suhu lingkungan yang dingin sehingga kita cenderung memilih menggunakan jaket. Namun beberapa saat kemudian terkadang kita akan merasakan gerah karena panas tubuh yang keluar sepanjang perjalanan. Tapi baju yang terlalu tipispun juga bisa bikin kamu masuk angin. Maka dari itu, kamu lebih baik gunakan pakaian khusus mendaki yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis.
ADVERTISEMENT
Pakaian ini biasanya mampu menyerap keringat dan mampu menghalau suhu dingin. Agar kulitmu tidak tergores-gores ranting pohon saat masuk hutan, gunakanlah yang lengan panjang, atau kamu bisa menggunakan manset. Jangan pernah gunakan celana jeans untuk mendaki gunung, kakimu bisa gampang pegal gara gara aliran darah yang terhambat karena celana yang terlalu ketat.

4. Bawa Deodorant. Kamu Gak Mau ‘Kan Bau Badan Selama Perjalanan?

Bau badan
Bau badan via wisequacks.org
Tentu kamu nggak mau ‘kan teman satu tim-mu harus menahan nafas sepanjang perjalanan karena bau badanmu? So, jangan lupa gunakan deodorant. Jika perjalananmu cukup lama, kamu bisa menggunakannya setiap pagi setelah membersihkan badan, sebelum perjalanan dimulai lagi. Jangan menggunakannya dalam kondisi badan sedang berkeringat, selain tidak sehat karena kondisi pori pori yang tidak bersih dapat memicu kanker, bau ketiak juga bisa makin tidak karuan.
Lebih baik bersihkan ketiak dengan tisu basah terlebih dahulu, lalu biarkan mengering, setelah itu baru gunakan deodorant favoritmu. Perjalananmu akan lebih menyenangkan, karena kamu bisa tampil percaya diri dan wangi.

5. Jangan Malas Pakai Sunblock! Sunblock adalah Sahabatmu Selama Pendakian.

Gunakan sunblock ketika naik gunung
Gunakan sunblock ketika naik gunung
Udara gunung itu kadang panas, kering, terik, tapi dingin. Nah lho, bingung juga kan kulitnya? Untuk itu sangat disarankan bagimu menggunakan sunblock, minimal SPF 30 untuk mengantisipasi kulit terbakar.
Apalagi buat cewek cewek yang mempunyai kulit sensitif, wajib banget pakai benda satu ini demi melindungi kulitmy. Sebagai salah satu item penting yang harus kamu bawa ketika naik gunung, sebaiknya sunblock kamu letakkan di bagian tas yang mudah terjangkau. Jadi kamu bisa gunakan kapan saja, minimal di bagian kulit yang selalu terpapar matahari — seperti telapak tangan dan wajah.

6. Buat Kamu yang Terbiasa Pakai Lensa Kontak, Inilah Saatnya Buat Kamu Coba Pakai Kacamata Saja

Naik gunung menggunakan sunblock
Naik gunung menggunakan kacamata
Buat kalian yang terbiasa menggunakan lensa kontak, sangat tidak disarankan untuk menggunakanya saat naik gunung. Kenapa? Pertama, kondisi cuaca gunung yang kering dan berdebu kurang steril untuk penggunaan lensa kontak. Kedua, jadwal pendakian yang padat sering tidak memberikanmu waktu untuk copot-pasang-dan meneteskan cairan lensa.
Ketika kamu memaksakan diri memakainya, bukan tidak mungkin matamu malah bisa iritasi. Menggunakan kacamata jauh lebih praktis dan aman kok. Pastikan kamu membawa kacamata cadangan untuk berjaga-jaga jika ada kerusakan pada kacamata utamamu.

7. Selipkan Kacamata Hitam di Tas Kecilmu. Selain Ini Buat Gaya Juga Bisa Buat Pelindung Mata

Kacamata hitam saat perjalanan
Kacamata hitam saat perjalanan
Kacamata hitam bisa kamu gunakan untuk melindungi mata dari teriknya matahari. Benda ini juga bisa melindungimu dari kepulan debu yang tersisa dari para pendaki sebelumnya.
Selain itu tentu juga bisa buat gaya. Agar tetap praktis dan terjangkau tangan, kamu bisa menyelipkannya di tas kecilmu atau di bagian atas carrier-mu.

8. Jangan Lupa Bawa Slayer Atau Kain Kecil. Mereka Bisa Berfungsi Ganda Lho!

Pakaian mendaki gunung
Pakaian mendaki gunung
Slayer atau kain tipis juga wajib kamu bawa. Secarik kain yang tidak banyak memakan tempat dalam carriermu ini bisa kamu gunakan untuk melindungi lehermu dari kedinginan. Kain ini juga bisa kamu gunakan sebagai penutup kepala saat langit sedang terik. Selain itu, menggunakan kain warna-warni di kepalamu juga bisa bikin kamu jadi tambah eye catching.
ADVERTISEMENT
Teman-teman satu tim-mu bisa dengan mudah mengenalimu hanya dari warna kain penutup kepala yang kamu gunakan.

9. Lindungi Tanganmu Dengan Sarung Tangan

Sarung tangan pelindung
Sarung tangan pelindung via www.rei.com
Sarung tangan juga bisa berfungsi ganda. Pertama, saat perjalanan biasanya kamu akan menemui tanjakan yang memaksamu harus merangkak, dan berpegangan pada pohon pohon besar yang bisa jadi berduri. Nah sarung tangan membuat tangan kita menjadi lebih aman. Selain itu, disaat malam, benda satu ini juga bisa kamu gunakan untuk menghangatkan tanganmu.

10. Perkara Buang Air Besar dan Kecil Di Tempat Terbuka? Ini Solusinya

Woman hiking in cotton grass field
Woman hiking in cotton grass field
Hal satu ini memang jadi dilema yang tak terhindarkan buat para cewek yang mau mendaki gunung. Di atas gunung nggak ada toilet, jadi mau tak mau kamu harus ikhlas buang hajat di alam terbuka. Aneh? Awalnya iya sih, tapi lama kelamaan juga biasa kok.
Kalau rasa ingin buang air datang, segera carilah tempat yang tersembunyi. Pilihlah dataran rata yang lokasinya cukup jauh dari tenda, agar tidak ada pendaki lain yang melihatmu. Selain itu, agar tidak terlalu terekspos, kamu bisa juga mengenakan ponco atau sarung sebagai penutup. Buang air di gunung, kamu bisa menikmati pemandangan paling indah dibanding toilet manapun.
Oh iya, jangan lupa bawa alat untuk menggali tanah dan jangan lupa juga bawa tisu basah ya!

11. Dilarang Keras Buat Diet Saat Sedang Mendaki

Yoga setelah hiking
Yoga setelah hiking via www.yogajournal.com
Buat kamu yang sedang program diet, dilarang keras buat diet makanan. Selain membatasi energi dan kekuatan dirimu sendiri, hal ini juga bisa merugikan orang lain lho. Makanlah secukupnya, biar gak pingsan. Untuk tetap menjaga berat badanmu, kamu bisa yoga-yoga ringan di sela istirahat. Kamu gak mau ‘kan kalau kamu gagal menikmati keindahan gunung karena kamu sakit?

12. Jaga Menu Makanmu. Makan Berat Itu Bukan Melulu Soal Makan Mie Instan, Kok!

Sop ala anak gunung
Sop ala anak gunung
Tenang, buat kamu para cewek yang gak pengan gendut. Kita tahu, mie instan memang makanan yang paling praktis bisa diolah dimana saja dan gampang. Tapi selain gak sehat, kita bosan juga ‘kan kalau kita makan mie instan terus selama di gunung? 
Nah, di atas gunung kita juga masih bisa makan sehat lho. Gak ribet kok. Misalnya saja kamu bisa bikin sop kacang merah. Persiapkan semua bahan dalam bentuk potongan dari rumah. Kamu bisa membawa minyak dalam botol kecil, misalnya di dalam botol bekas kecap. Kalau mau bawa telur, simpanlah di egg holder atau kamu masukan dalam kantong yang berisi beras. Untuk menu makanan di atas gunung, pilihlah makanan yang sehat, dan berkalori tinggi.

13. Tidur Malam Adalah Waktunya Merawat Kulit

ranu-kumbolo2
Ranukumbolo di malam hari via safrinadewi.files.wordpress.com
Sebelum tidur adalah waktu yang tepat buat merawat kulitmu. Bersihkan seluruh tubuhmu dengan tisu basah, lalu gunakan pelembab atau krim malam agar kulitmu terhindar dari dehidrasi. Bibirmu juga jangan lupa ketinggalan untuk kamu olesi lips balm. 

14. Penting Banget Buat Tahu Tanggal Mentruasi

Mendaki gunung saat menstruasi
Mendaki gunung saat menstruasi
Persiapkan pembalut dan beberapa pakaian dalam bersih untuk berjaga-jaga kalau misalnya “tamu bulanan” tiba-tiba datang. Jangan lupa bawa obat pereda nyeri haid. Dan kalau kamu mendaki dalam kondisi menstruasi, pastikan kamu membawa beberapa plastik kecil untuk menyimpan bekas pembalutmu. Letakkan bekas pembalut di kompartemen tersendiri dalam carrier-mu, selalu sisahkan dari barang yang lain.
Jangan malas mengganti pembalut. Di tengah aktivitas fisik yang berat, terkadang kuantitas menstruasimu juga bisa meningkat. Selain itu, dalam kondisi minim air, penting bagimu mengganti pembalut secara teratur demi menjaga kebersihan. Satu yang pasti, jangan pernah meninggalkan bekas pembalutmu di atas gunung.

14. Setidaknya, Pastikan Dalam Pendakianmu Kamu Punya Teman Yang Sama-Sama Berjenis Kelamin Cewek

Tim mendaki gunung
Tim mendaki gunung
Usahakan kamu jangan menjadi cewek satu satunya. Jadi kamu bisa punya tenda sendiri. Kalau pun terpaksanya kamu sendirian dan harus tidur bareng temen teman tim kamu yang sebagian besar adalah cowok, kamu bisa pilih untuk tidur di paling pinggir, atau kamu juga bisa kasih kode ke teman temanmu sambil bercanda bahwa kamu perlu menjaga diri
Jangan mepet mepet aku yaaa, nanti bau iler kamu”, sambil bercanda. Secara tersirat itu menunjukan kalau kamu perlu privasi dan ruang sebagai cewek. Pasti teman temanmu ngerti kok. Atau misal tidak memungkinkan, taruhlah barang barang di antara kamu dan meraka, sebagai pemisah.

15. Kalau Kamu Capek, Bilang Dengan Jujur Pada Rekan Satu Tim. Istirahat Sebentar, Lalu Lanjutkan Perjalanan

Woman hiker sitting on rock
Woman hiker sitting on rock
Bagaimana pun, tenaga cewek dan cowok dalam aktivitas outdoor itu ambang batasnya berbeda. Kakimu tidak sepanjang mereka, maka wajar jika kamu merasa kelelahan jika terus mengikuti ritme berjalan ala cowok. Kalau kamu sudah merasa lelah dan tidak kuat melanjutkan perjalanan, bilang saja pada teman-teman satu tim-mu. Mereka pasti mengerti kok!
Pulihkan tenagamu dengan cemilan madu atau coklat. Luruskan kaki, ambil nafas, dan minum dulu. Lalu lanjutkan perjalanan. Keindahan pemandangan di puncak bisa jadi penyemangatmu untuk kembali melangkahkan kaki.
Faktanya, cewek memang punya seabreg urusan perawatan untuk menjaga kecantikan dan kesehatanya. Tapi, buat kamu para cewek yang ingin mendaki gunung, kamu masih bisa tetap sehat dan terlihat menawan diatas gunung kok dengan tips praktis ini.
Jadi jangan khawatir kecantikanmu bakal memudar untuk memulai mendaki gunung. Selamat mendaki! Semoga perjalananmu menyenangkan!
Sumber : https://www.hipwee.com/travel/15-tips-buat-para-cewek-yang-mau-mendaki-gunung/


7 Langkah Memukau Audiens dengan Presentasi Anda

Mereka yang memiliki kemampuan berkomunikasi, mampu meyakinkan orang lain akan produk / ide mereka dan mampu menginspirasi bawahan merekalah yang akan menjadi calon-calon pemimpin dalam suatu organisasi.
Menguasai teknik berpresentasi adalah jalur kilat untuk mencapai semua hal tersebut. Jadi sekarang kesempatan itu ada di tangan anda, tinggal maukah anda mengambilnya? Jikalau anda berkata Ya, maka inilah saatnya untuk anda menyimak 7 Langkah berikut:

(1) Tentukan Topik dan Judul

Step 1: Tentukan Topik dan Judul
Step 1: Tentukan Topik dan Judul
Dalam penentuan topik, berbicaralah tentang topik yang anda ketahui, anda sukai atau anda peduli. Ketika anda berbicara di dalam topik-topik tersebut maka anda akan memiliki kredibilitas dan antusiasme untuk berpresentasi.
Selain itu tentunya anda juga memiliki pengalaman dan cerita pribadi yang bisa anda sampaikan. Suatu presentasi akan menjadi unik dan menarik jika anda bisa menambahkan pengalaman-pengalaman pribadi anda ke dalamnya.
Selain itu pertimbangkan juga minat dan kebutuhan audiens. Jika dalam acara di atas anda berpresentasi tentang “Teknik Merawat Kaktus” atau “Tips Efektif Menidurkan Binatang Peliharaan Anda”, maka saya kira akan susah sekali bagi anda untuk mendapatkan perhatian dari audiens.
Dalam mementukan judul presentasi anda, usahakanlah menggunakan judul yang menarik dan memancing rasa ingin tahu. Sebagai contoh, sesi pembelajaran dasar teknik presentasi saya beri judul “The Naked Presenter”.
Hasilnya? Banyak peserta pelatihan datang dengan antusias sambil bertanya-tanya (dan mengharap-harap ðŸ™‚ ) kira-kira sesinya nanti bakal seperti apa ya? Hal ini tentunya berbeda jika sesi ini hanya saya beri judul “Teknik Dasar Berpresentasi”.

(2) Tentukan poin-poin/pesan yang ingin anda sampaikan

Step 2: Tentukan Poin Presentasi
Step 2: Tentukan Poin Presentasi
Setelah anda mendapatkan topik, maka tentukanlah poin-poin utama / pesan yang ingin anda sampaikan. Di dalam presentasi, cara menstrukturkan kerangka adalah dengan menggunakan poin utama yang nantinya akan anda jabarkan dan beri penjelasan lebih lanjut.
Poin utama inilah yang harus anda ketahui dan tentukan dengan jelas. Cara untuk mencek apakah anda sudah mengetahui dengan jelas poin yang akan anda sampaikan adalah dengan menggunakan elevator pitch. Ini adalah suatu kiasan dimana anda hanya punya waktu selama perjalanan di lift (kurang lebih 1 menit) untuk menjelaskan presentasi anda. Dalam waktu yang sesingkat itu maka yang anda harus anda sampaikan hanyalah inti dari presentasi, yang tidak lain adalah poin utama anda.
Berikut saya berikan contoh kerangka presentasi:
Topik: Tips Efektif untuk Manajemen Waktu
  • Poin 1: Bangun pagi lebih awal
  • Poin 2: Buatlah jadwal harian
  • Poin 3: Tetaplah menjadi jomblo =)
Batasi juga jumlah poin yang akan anda sampaikan, presentasi tentang “30 Tips Kepemimpinan” hanyalah akan membuat audiens menghitung mundur menanti saat-saat presentasi anda usai “20 tips lagi.. 19 tips lagi… 18 tips lagi..”
Jadi berapa poin yang ideal? Beberapa presenter handal mengatakan tiga poin adalah jumlah yang ideal, akan tetapi tentunya hal ini juga tergantung topik dan durasi presentasi anda. Sehingga dalam hal ini saya tidak bisa memberikan patokan angka yang persis, tapi menurut saya pribadi 5 s/d 7 poin adalah jumlah maksimal untuk poin yang ingin anda sampaikan.
Di dalam pemilihan kata-kata untuk poin/pesan buatlah singkat (usahakan kurang dari 10 kata). Mengapa? Supaya pesan anda jelas dan mudah diingat. Menurut anda dari dua poin di bawah ini mana yang lebih mudah diingat?
  • Beranilah bertindak
  • Kita harus berani untuk melakukan langkah awal yang diperlukan dalam menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan atau ketidakpastian yang terjadi di dalam kehidupan kita
Jelas yang contoh pertama bukan? Jadi buatlah pesan anda singkat dan jelas.

(3) Tentukan cara anda menyampaikan masing-masing pesan

Step 3: Tentukan Cara Menjelaskan masing-masing Poin
Step 3: Tentukan Cara Menjelaskan masing-masing Poin
Setelah mengetahui poin-poin yang akan anda sampaikan dengan jelas, sekaranglah saatnya menentukan cara untuk menjelaskan dan menjabarkan masing-masing poin tersebut. Kebanyakan presenter hanya menggunakan satu cara saja yaitu dengan menjelaskan / memberi definisi tentang poin tersebut.
Padahal ada berbagai macam cara untuk menyampaikan pesan anda ke audiens, misalnya dengan menggunakan cerita, games atau video yang sesuai dengan pesan anda.
Salah satu cara favorit saya dalam menyampaikan pesan adalah dengan menggunakan cerita. Mengapa? Karena cerita mampu untuk menyentuh sisi emosi dari audiens, ini adalah hal yang sulit dilakukan oleh data, statistik dan grafik (kecuali grafik yang menunjukkan kenaikan gaji anda). Dengan bercerita pula anda bisa menyampaikan suatu pesan tanpa terkesan menggurui. Oleh karena itu, manfaatkanlah cerita dalam presentasi anda.
Anda bisa memvariasi cara anda menyampaikan pesan ke audiens, terutama untuk presentasi yang berdurasi cukup panjang (45 menit atau lebih). Hal ini akan membuat presentasi anda berjalan dengan dinamis, tidak membosankan dan mempu mengakomodasi gaya belajar audiens yang berbeda-beda.

(4) Siapkan slide presentasi anda

Step 4: Siapkan Slide Presentasi
Step 4: Siapkan Slide Presentasi
Slide presentasi adalah suatu visual aids/ alat bantu visual. Pertanyaannya adalah, alat bantu visual untuk siapa? Pembicara atau audiens? Jawaban yang tepat adalah alat bantu visual untuk audiens, supaya mereka lebih mudah menangkap poin pembelajaran dari presentasi anda.
Akan tetapi apa yang terjadi? Kebanyakan presenter menggunakannya sebagai alat bantu visual untuk diri mereka sendiri, di mana mereka meletakkan seluruh isi draft presentasi mereka dalam slide power point dan membacanya kata demi kata.
Hasilnya? Slide power point berubah fungsi, tidak lagi menjadi visual aids akan tetapi sleeping aids atau alat bantu supaya audiens lebih cepat tidur =)
Dua tips untuk menggunakan slide presentasi adalah buatlah simpel dan visual. Simpel berarti yang perlu anda cantumkan ke slide hanyalah poin-poin presentasi anda saja. Jangan melakukan copy paste seluruh isi draft presentasi anda.
Visual artinya anda bisa menggunakan gambar untuk menguatkan pesan/poin yang anda sampaikan. Audiens lebih mudah mengingat sesuatu jika ada gambar yang anda tampilkan. Hanya saja pastikan bahwa gambar yang anda tampilkan berkorelasi dengan poin yang ada di slide tersebut.

(5) Berlatihlah isi presentasi anda

Step 5: Berlatih Isi Presentasi
Step 5: Berlatih Isi Presentasi
Setelah draft dan slide presentasi anda selesai, apakah semua persiapan sudah selesai? Haha.. masih belum ya, anda masih harus berlatih isi presentasi anda. Ini untuk memastikan bahwa presentasi anda akan berjalan lancar dan anda tidak menjadi blank, lupa segalanya pada hari H.
Tujuan berlatih bukanlah untuk mengingat presentasi anda kata per kata, melainkan untuk membiasakan anda dengan isi presentasi dan alur presentasi yang anda sampaikan.
Selain itu tidak ada salahnya anda mempersiapkan notes untuk presentasi anda. Notes akan berfungsi sebagai asuransi, siapa tahu saja di tengah-tengah presentasi ada hal yang anda lupakan (dan bukankah lupa itu adalah hal yang manusiawi).
Hanya saja pastikan anda menggunakan medium yang tepat untuk notes anda, jangan menulis notes dengan bolpoin pada telapak tangan anda (saya tidak bisa membayangkan bagaimana rupa tangan anda jika durasi presentasi anda adalah selama 2 jam).
Untuk cara menampilkan notes yang high-tech, anda bisa memanfaatkan fitur presenter view di power point. Apa itu dan bagaimana caranya? Saya juga ada membahas tentang cara melakukannya di free course desain presentasi yang saya sebutkan di atas.

(6) Lakukan persiapan hal teknis untuk hari-H

Step 6: Lakukan Persiapan Teknis
Step 6: Lakukan Persiapan Teknis
Selain mempersiapkan diri anda dengan berlatih, anda juga perlu mempersiapkan hal-hal teknis untuk hari-H presentasi anda.
Hal terakhir yang ingin anda alami adalah slide presentasi yang sudah anda persiapkan dengan matang tidak bisa diputar karena laptop anda ketinggalan. Sering kali saya jumpai presentasi menjadi berantakan karena hal-hal teknis kecil yang semestinya bisa dihindari.
Tips yang paling ampuh untuk hal ini adalah datanglah lebih awal dan cek segala sesuatunya. Apakah semua perlengkapan sudah tersedia? Apakah file power point anda bisa dijalankan dengan sempurna? Apakah video dan sound bekerja dengan baik? Ketika ada permasalahan atau ketidaksesuaian-pun anda masih akan mempunyai waktu untuk mengatasinya.

(7) Show time!!!

Step 7: Show Time
Step 7: Show Time
Hari H telah tiba sekarang, apakah anda merasa deg-deg an, perut terasa tidak enak, ketiak mulai basah? Ooopps ðŸ™‚atau singkat katanya, apakah anda merasa nervous? Haha.. tenang saja, itu adalah hal yang normal kita rasakan ketika harus berbicara di depan publik. Hadapilah dengan tenang dan yakinkanlah diri anda bahwa dengan segala persiapan yang sudah anda lakukan, anda pasti bisa.
Dalam hal penyampaian, hal yang paling sering dikeluhkan oleh audiens adalah penyampaian yang monoton. Kunci mengatasinya adalah menciptakan kontras dan interaksi. Kontras berarti ada kalanya anda berbicara dengan tempo yang cepat, ada juga dengan tempo lambat. Ada kalanya anda berbicara dengan antusias, ada juga saatnya anda berbicara dengan santai dan bersahabat.
Interaksi berarti ciptakanlah dialog dengan audiens. Dialog ini bisa berupa dialog internal dalam diri audiens juga. Tips dalam hal ini adalah sering-seringlah mengajukan pertanyaan kepada audiens. Tujuan pertanyaan ini bisa sekedar untuk mendapatkan respon singkat dari audiens ataupun membuat audiens untuk berpikir dan berefleksi.
Nah dengan melakukan tujuh langkah tersebut, niscaya anda akan mampu memberikan suatu presentasi yang mampu memukau audiens, membuat mereka mendapat informasi dan pembelajaran baru, terhibur dan terinspirasi oleh pesan yang anda sampaikan.
Di akhir kata saya ingin menutup artikel ini dengan suatu kutipan yang sangat menginspirasi saya, kutipan ini berasal dari Darren LaCroix, 2001 World Champion of Public Speaking. Dia katakan seperti ini:
God did not give me the gift to speak eloquently. He gave me the strength and persistence to learn how – Darren LaCroix –

Sumber :  https://david-pranata.com/7-langkah-memukau-audiens-dengan-presentasi-anda/

ULANG TAHUN KSR PMI UNIT UNJ KE-26 TAHUN 2019


Setiap tahunnya,KSR PMI Unit UNJ merayakan Ulang Tahunnya yang jatuh pada tanggal 10 Mei dengan mengadakan serangkaian acara.  Di tahun ini, rangkaian ulang tahun KSR PMI Unit UNJ dibarengi dengan acara kegiatan buka bersama karena bertepatan dengan bulan puasa. Rangkaiannya meliputi:

1. Senam Bersama
Dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2019 di pelataran Gedung G, Kampus A UNJ, Senam bersama tahun ini dipandu oleh Kak Awal (Angkatan 7). Acara dimulai dari pukul 16.00 WIB dan selesai pada pukul 18.00 WIB. Agenda didalamnya meliputi senam bersama, pembagian doorprize dan tidak lupa ditutup dengan foto bersama.




2. Medical Check Up
Dilaksanakan tanggal 8-10 Mei 2019 di pelataran Gedung G, Kampus A UNJ,  Agenda ini merupakan tes kesehatan yang meliputi cek golongan darah, cek kolesterol, cek asam urat, cek gula darah yang gratis bagi 10 orang pertama di setiap harinya. Ada juga cek tensi, cek berat badan, dan cek tinggi badan yang juga tidak dipungut biaya.




3. Khataman Alquran
Dilaksanakan tanggal 10 Mei 2019 di Sekretariat KSR PMI Unit UNJ, hal ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas bertambahnya usia KSR PMI Unit UNJ menjadi 26 tahun. Agendanya meliputi khataman alquran, pemotongan kue, dan sahur bersama.




4. Santunan Anak Yatim
Dilaksanakan tanggal 12 Mei 2019 di Yayasan Seia Sekata yang juga dihadiri oleh adik-adik dari Yayasan Al-Muawanah. Agenda di dalamnya meliputi penampilan hadroh dari adik-adik yayasan, kultum dan sholawatan, pembacaan Alquran secara bersama-sama, buka puasa dilanjut sholat magrib berjamaah, makan bersama, santunan ke adik-adik yayasan, dan ditutup dengan foto bersama.




5. Acara Puncak Ulang Tahun KSR PMI Unit UNJ ke-26
Dilaksanakan tanggal 18 Mei 2019 di Aula Daksinapati, Kampus A UNJ, Acara ini dihadiri oleh Bapak Uceng J. selaku perwakilan PMI Jaktim, Bapak Ahmad Sofyan Hanif selaku Wakil Rektor III, dr. Ruliando Hasea Purba, MARS. SpKFR. selaku kepala Klinik Pratama UNJ sekaligus dosen pembimbing KSR PMI Unit UNJ, teman-teman KSR Markas dan Perti, teman-teman Unit Kegiatan Mahasiswa Gedung G, dan tentunya anggota dan alumni KSR PMI Unit UNJ. Acara dibuka dengan pemotongan pita kemudian dilanjut dengan sambutan. Setelah itu ada penampilan dari Angkatan 26 (Halilintar),  angkatan baru yang kemudian dilanjutkan dengan khataman dan kultum yang dipimpin oleh Ka Rajanta Sulaiman Siregar selaku perwakilan dari LDK Salim UNJ. Agenda dilanjutkan dengan buka puasa bersama lalu sholat magrib, dan pemberian bingkisan kepada Rajanta Sulaiman Siregar (LDK Salim UNJ). Setelah itu terdapat agenda pemberian kado ulang tahun dari pengurus, anggota, dan alumni berupa lemari dan karpet yang diwakili oleh Kak Rida (Angkatan 12) serta hadiah dari Angkatan 23 (Kaliandra) berupa gelas dan kabel roll yang diwakili oleh Kak Zikri. Acara dilanjutkan dengan makan bersama sekaligus quiz. Sehabis itu ada agenda potong tumpeng oleh Bapak Ahmad Sofyan Hanif selaku Wakil Rektor III, dr. Ruliando Hasea Purba, MARS. SpKFR. selaku dosen pembimbing KSR PMI Unit UNJ, Fathur Nuansa Fajar selaku Ketua KSR PMI Unit UNJ Periode 2018-2019, Kak Rida (perwakilan anggota dan alumni), serta satu orang perwakilan dari Gedung G. Acara puncak lalu ditutup dengan foto bersama, setelah itu diagendakan Laporan Pertanggung Jawaban IKAL Periode 2 dan Pemilihan Koordinator IKAL terpilih yaitu Kak Mega dari angkatan 17.





Pada rangkaian acara Ulang Tahun KSR PMI Unit UNJ ke-26 ini didapatkan total jumlah tamu undangan yang hadir dan panitia dalam seluruh rangkaian Ultah KSR mulai dari Senam Bersama, Medical Check Up, khataman Alquran,  Santunan Anak Yatim hingga Acara Puncak  sebanyak 467 orang.


Sumber: https://ksrpmiunitunj.blogspot.com/2019/06/ulang-tahun-ksr-pmi-unit-unj-ke-26.html